Rabu, 03 Oktober 2012

Dilema Pertanian Organik VS Pertanian Anorganik

Tulisan Ini dibuat Pada Saat Diskusi Mata Kuliah Dasar-Dasar Penyuluhan

Apa sich dilemanya? yang pasti, pertanian sekarang ini bisa dikatakan menjadi sebuah dilema, dimana :
1. Disatu sisi petani menginginkan sarana produksi (input) yang murah dalam hal ini pupuk dan pengendalian hama (ex: pestisida dan pupuk anorganik) dan menginginkan hasil prodiksi (output) yang tinggi.
2. Tapi disisi lain masyarakat menginginkan hasil produksi yang bebas akan pestisida (organik) terlebih lagi desakan dari pakar lingkungan yang menyatakan bahayanya dari simtem pertanian yang konvensional (anorganik).
Perrmasalahan yang timbul :
1. Petani banyak belum mengerti akan betapa pentingnya pertanian organic
2. Persediaan pupuk organik yang tidak sesuai dengan luas areal peretanian
3. Harga yang relatif mahal, yang menyebabkan faktor produksi juga meningkat sehingga produk yang sampai ditangan konsumen juga mahal.
Solusinya adalah :
1. Untuk petani seharusnya menyadari akan kebutuhan konsumen yang kian lama semakin mengerti akan pentingnya kesehatan, sehingga konsumen berusaha mencari produk-produk pertanian yang bebas atau paling tidak sedikkit mengandung bahan kimia. tetapi memang harga untuk produk tersebut relatif lebih mahal.
2. Untuk pemerintah dan institusi terkait (Din.Pertanian,din.Kesehatan PPl dll) seharusnya selalu memberikan penyuluhan pentingnya akan arti kesehatan, terutama untuk dimasa mendatang (masa tua), dan pemerintah juga berperan dalam menyediakan pupuk organik (kompos, kandang, bokashi, dll) yang sesuai dengan kebutuhan petani, dan harusd mensubsidi pupuk tersebut sehingga harganya murah, dan produk yang beredar dfimasyarakatpun akan relatif sedikit lebih murah.
Terima kasih,
Semoga bermanfaat,
Was.wr.wb

Tidak ada komentar:

Posting Komentar